SELAMAT DATANG

PENGUMUMAN

Apakah pergumulan dan beban kehidupan membuat kita tawar hati? Apakah pelayanan kita di Gereja menjadi terasa sebagai suatu kerutinan saja? Jika demikian, kita semua perlu disegarkan kembali akan makna MELAYANI dengan HATI.
Untuk itu, hadirlah dan rasakan cinta kasih TUHAN dalam Kebaktian Penyegaran Iman (KPI) yang dilaksanakan pada:
Hari SABTU
Tanggal 31 Maret 2012
Tempat GKP Bogor, Jln. A. Yani
Waktu Pkl. 17.30 WIB
Pembicara Pdt. DR. Solfianus Reimas,
– Direktur Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia (LPMI)
– Ketua Umum Persekutuan Gereja- gereja Injili Indonesia
.

Demikian pengumuman ini kami sampaikan.

Terima kasih, kiranya Tuhan memberkati kita semua.

Komisi Pelayanan Bapak

Gereja Kristen Pasundan Jemaat Bogor

Terima kasih telah nengunjungi Blog

KPB-GKP Bogor

Blog komunitas kaum Bapak jemaat GKP Bogor ini dibuat semata-mata  untuk membantu kelancaran pelayanan Kaum Bapak di GKP Jemaat Bogor khususnya dan untuk pelayanan seluruh jemaat GKP Bogor pada umumnya.

Namun demikian,  blog ini juga dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga Jemaat GKP Bogor sebagai sarana promosi usaha ataupun sebagai media informasi kegiatan seluruh warga jemaat GKP Bogor

Sekali lagi kami ucapkan terima kasih telah sempat mampir di Blog KPB-GKP ini. Kami tunggu saran dan kritik Anda.

Kiranya Tuhan memberkati kita semua.

SYALOOM
KPB _GKP Jemaat Bogor

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Tentang KPB

Komisi Pelayanan Bapak (KPB) Gereja Kristen Pasundan (GKP) Bogor adalah salah satu dari Komisi-komisi Kategorial yang ada di GKP Jemaat Bogor.

Fungsionaris KPB yang baru dilantik bulan Januari yang lalu telah berusaha sebaik mungkin untuk lebih meningkatkan lagi pelayanannya khususnya untuk kaum Bapak jemaat GKP Bogor dalam berbagai aspek kehidupan berjemaat. Salah satunya adalah dengan dibuatnya Blogg Komunitas yang dinamakan Blog Komisi Pelayanan Bapak ini.

Semoga dengan adanya Blog ini fungsi KPB sebagai pelayan Tuhan melalui jemaatNya di GKP Bogor ini dapat menjadikan saluran berkat tidak hanya untuk kaum Bapak saja namun untuk seluruh kaum yang ada di jemaat GKP Bogor ini khususnya dan untuk masyarakat yang ada di sekitar lingkungan Gereja Kristen Pasundan Bogor pada umumnya.

Berikut adalah susunan pengurus/fungsionaris KPB GKP Jemaat Bogor untuk masa bakti 2012 – 2014.

Komisi Pelayanan Bapak – Gereja Kristen Pasundan Bogor

Nama – nama pengurus (Periode 2012 – 2014)

Ketua : Bpk Rudolf

Sekretaris : Bpk Tony Hermana

Bendahara : Bpk Willem

Anggota : Bpk Roy K., Bpk Jeremias P., Bpk Satyagraha Dani

Pelayanan GKP Jemaat Bogor

Sebuah Kajian Umum

Seiring berjalannya waktu dan melalui beberapa kali pergantian pengurus (di tingkat MJ maupun Komisi dan Kepanitiaan), pelayanan GKP Bogor menunjukkan adanya perkembangan. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya bidang-bidang pelayanan yang dikembangkan di GKP Bogor.

Meski demikian, ruang untuk terjadinya peningkatan pelayanan senantiasa terbuka. Salah satunya adalah memperkuat sistem organisasi. Dengan begitu diharapkan pelayanan yang dibangun oleh seluruh komponen gereja mengarah pada satu titik yang sama sekaligus menghindarkan fragmentasi pelayanan gereja. “Perbedaan arah vektor menghasilkan selisih, yang sama artinya dengan mengabaikan sebagian energi potensial”, misalnya: pengulangan program, program yang tumpang tindih (overlap), atau program tidak sinambung, dan beberapa hal lain yang berdampak langsung terhadap alokasi waktu dan dana.

Salah satu ciri yang terlihat akibat sistem organisasi yang belum kuat adalah cukup besarnya konsentrasi tersita pada masalah-masalah elementer: konsentrasi ‘susu’ lebih besar daripada ‘makanan keras’ yang salah satunya diindikasikan oleh rendahnya angka kehairan jemaat dalam kegiatan-kegiatan pembinaan. Untuk itulah sistem yang dibangun harus mampu menyeimbangkan “panggilan” dan “keharusan” (konsekwensi kristiani). Artinya ada kondisi tertentu yang sengaja diciptakan dalam rangka pembinaan (conditioning). Ciri yang lain adalah adanya ketidakseimbangan antara “sasaran tembak” dengan “senapan”. Dalam beberapa hal bahkan seringkali menjurus kepada pemborosan.

Dalam rangka mencoba memetakan sistem pelayanan di GKP Bogor, beberapa hal berikut perlu dibahas sebagai unsur2 yang menjadi kesatuan yang mempengaruhi derap langkah perjalanan gereja, yaitu:

Sumber daya manusia (SDM)
Database jemaat
Pengetahuan, wawasan dan karakter
Sistem organisasi
Sistem komunikasi dan informasi
Mobilisasai
Keuangan/pendanaan

1. Sumber Daya Manusia (warga jemaat)

Warga jemaat yang dimaksud adalah persekutuan orang percaya yang melaksanakan panggilan gereja dengan tertib dan teratur, bagian dari gereja yang esa, dan am, hidup sebagai murid Tuhan yang menghayati dan melaksanakan tertib hidup persekutuan.

2. Database Jemaat (Pemetaan)

Masalah kelengkapan database jemaat memang telah diupayakan melalui berbagai metode dan pendekatan. Namun hingga kini rupanya belum semua warga jemaat terdata. Database yang seyogyanya bisa memetakan jemaat menurut berbagai macam kategori, belum dapat digunakan secara optimal. Karena itu perlu adanya pendataan ulang sambil mengoptimalkan pengolahan data dengan sistem teknologi informasi mutakhiryang dapat membantu kelancaran pelayanan gereja baik yang sudah, sedang dan yang akan dikerjakan.

3. Pengetahuan, Wawasan dan Karakter

Sebuah persekutuan atau jemaat bukan terjadi atas dasar inisiatif manusia, melainkan inisiatif Allah. Didalamnya terkandung kehendak Allah agar manusia mampu menjadi saksi-saksiNya. Oleh karena itu gereja senantiasa melakukan tugas pelayanan pemberitaan “kabar baik”, baik kepada sesama warga jemaat maupun kepada masyarakat sekitar. Di dalam kabar baik itu terkandung nilai-nilai pengetahuan, wawasan dan karakter yang senantiasa dibangun menuju kesempurnaan Kristus. Ini adalah konsekuensi sekaligus komitmen dari sebuah persekutuan. GKP Bogor telah, sedang dan akan terus melakukan pembinaan ini. Yang perlu dilakukan sekarang adalah upaya2 perbaikan yang memungkinkan pembinaan terjadi secara menyeluruh, berjenjang di semua aras, dan berkesinambungan yang pada waktunya akan memberi buah.

4. Sistem Organisasi

Memperhatikan perkembangan pelayanan GKP Bogor maka berikut ini coba dibangun sistem organisasi menyangkut (1) struktur organisasi dan (2) anatomi penatalayanan yang diharapkan mendekati harapan dan pergumulan sekarang ini dalam pengejawantahan tema “gereja bagi sesama”. Untuk itu aplikasi struktur dan anatomi pelayanan gereja merujuk kepada hakikat tugas gereja yang melekat dalam tri tugas gereja yaitu PERSEKUTUAN, PELAYANAN dan KESAKSIAN, dengan mengacu kepada :

TG dan PPTG GKP Bab 2 Pasal 5
Kejelasan arah tujuan pelayanan gereja yang lebih terukur dan terpikir
Keterlibatan semua unsur disemua lini dalam pengembangan tugas gereja
Kepentingan merancang sentralisasi program yang berdampak kepada sentralisasi keuangan

5. Sistem Komunikasi dan Informasi

Untuk menunjang kelancaran program kerja dan koordinasi antara satu bagian dengan bagian lain, antara pengurus dan anggota jemaat, maka perlu adanya peningkatan sistem dan perangkat komunikasi-informasi yang sistematis dan terpadu. Berbagai media yang ada dapat dioptimalkan sehingga memudahkan proses komunikasi dan penyebaran informasi sekaligus sebagai media pembinaan.

6. Mobilisasi

Dengan rancangan program gereja yang telah tersusun dan disetujui jemaat, maka selanjutnya diperlukan aksi mobilisasi yang menggerakkan jemaat agar program-program tersebut berjalan sesuai rencana. Aksi mobilisasi yang dimaksud merupakan suatu gerakan terpadu dari tingkat MJ hingga komisi-komisi, panitia, pengurus sektor dan seterusnya. Secara khusus aksi mobilisasi diprioritaskan kepada :

Mobilisasi doa
Mobilisasi tugas gereja: persekutuan, pelayanan dan kesaksian
Mobilisasi penggalangan dana
Mobilisasi pengadaan sarana penunjang

7. Pendanaan

Dengan adanya kesatuan program, baik dari tingkat MJ hingga komisi-komisi, maka gerakan sentralisasi keuangan dapat terjadi. Apabila dibuat konsentrasi keuangan, maka hal tersebut akan dengan mudah terlihat dalam tri tugas gereja: berapa persen untuk persekutuan, berapa persen untuk pelayanan, dan berapa persen untuk kesaksian. Dengan demikian warga jemaat dapat dengan mudah mengikuti pergerakan persebaran keuangan yang terhimpun.

Idealnya kebutuhan dana untuk membiayai program gereja yang beragam dapat tercukupi oleh pemasukkan melalui persembahan jemaat. Namun fakta menunjukkan bahwa program gereja harus selalu ditunjang oleh penggalangan dana ekstra: berupa bazaar, pengajuan proposal dan sebagainya. Penggalangan dana yang selama ini dilakukan merupakan inisiasi komisi atau panitia. Apabila sentralisasi program dan sentralisasi dana telah tercapai, maka wewenang dan mobilisasi penggalangan dana ada pada majelis jemaat. Teknis pelaksanaan dapat didelegasikan kepada m komisi-komisi secara bergilir. Beberapa hal lain untuk tujuan peningkatan kualitas dan kuantitas, disampaikan oleh bendahara.

sumber : bahan rapat koordinasi MJ dan Komisi-komisi (Januari 2012)

Kerendahan Hati di Hadapan Allah :

JIWA DAN SEMANGAT PERUBAHAN

Oleh : Pdt. Suluh Sutia, S.Si

Penulis surat Ibrani menggambarkan kehidupan iman jemaat tak ubahnya seperti proses pertumbuhan seorang anak menjadi sosok yang dewasa (bdk Ibrani 5:12-13). Salah seorang Bapa Gereja pernah berujar bahwa Gereja perlu terus menerus memperbaharui diri. Pada kesempatan lain, salah seorang teolog besar di awal abad 20 pernah menggambarkan pula bahwa ciri khas sebuah jemaat disebut sebagai gereja yang hidup adalah dengan adanya perubahan-perubahan, sebab hidup berarti mengalami perubahan. Semua itu menegaskan bahwa memang sudah menjadi kodratnya gereja mengalami perubahan. Perubahan adalah sebuah keniscayaan dari organ yang hidup.

Tentang perubahan ini, memang ada banyak jenisnya. Oleh karena itu tentu kita juga perlu mengingat sebuah petuah orang tua, bahwa hari esok harus lebih baik daripada hari ini. Maka perubahan yang dimaksud tentulah perubahan ke arah yang lebih baik. Perubahan di dalam tubuh gereja tentulah dalam rangka perbaikan diri terus menerus sehingga menghasilkan buah-buah seperti yang diharapkan oleh Sang Kepala Gereja, yaitu Yesus Kristus. Itulah arah perubahan gereja.

Gereja adalah organ yang hidup, sebuah komunitas yang selalu bergerak secara dinamis. Di dalam gereja terdapat banyak sekali warga gereja dengan segala potensinya. Warga gereja mengalami perubahan, baik secara fisik, pemikiran, psikis, perasaan, dan seterusnya. Oleh karena itu gereja sebagai komunitas – tidak bisa tidak – niscaya mengalami perubahan. Pergantian personalia dan struktur kemajelisan maupun pengawas perbendaharaan jemaat serta komisi pun adalah bagian dari proses kehidupan komunitas yang selalu berubah. Perubahan ini adalah gambaran gereja yang terdorong untuk senantiasa memberikan kesempatan bagi orang lain untuk terlibat dalam pelayanan, bahkan juga cermin komunitas yang selalu berusaha memperbaharui diri, dan dengan demikian menjadi ciri gereja yang tidak anti terhadap perubahan, terlebih ke arah yang lebih baik lagi.

Dalam rangka mewujudkan kehidupan yang menghasilkan buah yang baik, bukan sekedar berubah, maka gereja perlu untuk menundukkan diri di bawah otoritas Kepala Gereja. Butuh kerendahan hati mengakui bahwa kita semua adalah hamba-hamba Allah yang sudah selayaknya mengikuti keinginan Sang Tuhan. Demikian pula perlu disadari oleh setiap warga gereja, terlebih setiap pelayan Tuhan yang dipilih-Nya mengemban tanggung jawab melayani jemaat-Nya, untuk merendahkan hati dan diri di hadapan-Nya. Perendahan diri ini menjadi bentuk pengakuan bahwa pemilik otoritas tertinggi adalah Sang Kepala Gereja. Itulah semangat yang mesti ada di dalam setiap individu pelayan Tuhan, sehingga harapan tejadinya perubahan ke arah yang lebih baik, harapan menghasilkan buah-buah yang baik, akan terealisasi.

Sementara itu, berdampingan dengan para pelayan Tuhan itu, warga gereja pun tentulah harus memiliki semangat yang sama, yaitu semangat perubahan dengan kerendahan hati di hadapan Allah. Maka wujud yang akan dihasilkan adalah sebuah gereja/jemaat yang hidup dinamis/berubah dengan kerjasama yang baik antara warga jemaat dan para pelayan Tuhan.

Dengan semua dasar itulah, penting bagi kita semua mengawali periode pelayanan yang baru dengan kesehatian dan berusaha saling merendahkan diri di hadapan Allah. Bersama-sama, maka segenap bagian dan unsur GKP Jemaat Bogor akan menjadi gereja yang sesuai dengan kehendak Allah.[SS]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s