Dosa Bermanfaat Bagi Manusia

Lain ladang lain belalang, Lain teolog, lain pula teologi dan ajarannya. Peribahasa itu mungkin cocok untuk menggambarkan dinamika ide dan teologi Kristen serta diskursus yang mewarnainya. Ada beragam pemikiran dan doktrin dalam Kristen yang terus berubah-ubah, dinamis, selaras dengan konteks yang ada. Tak heran jika dari satu objek pemikiran seperti dosa misalnya, ada sekian banyak analisa hingga kesimpulan yang dilahirkan. Julian dari Norwich, salah satu teolog Kristen yang memiliki pandangan berbeda tentang dosa. Jika semua orang menganggap dosa itu adalah akibat dari kegagalan umat mengindahkan perintah Tuhan – dan karena itu patut dihindari dan mintakan ampun – Julian justru menganggap dosa sebagai sekadar kekhilafan semata.

Tidak itu saja, bagi Julian, mistikus Kristen perempuan asal Inggris, dosa itu bahkan diperlukan dalam kehidupan. Dosa, menurut dia, dapat membawa orang menuju pengetahuan tentang diri yang mengarah pada penerimaan peran Allah dalam kehidupan seseorang. Sederhananya, dosa menurut Julian bermanfaat untuk membuka mata seseorang tentang karya Allah terhadap pribadi manusia. Julian mengajarkan, bahwa dosa manusia hanya karena mereka itu bodoh atau naif, bukan karena mereka jahat – seperti alasan gereja selama Abad Pertengahan terkait dosa pada umumnya. Karena itu, teolog perempuan kelahiran 8 November 1342 di Norwich , Norfolk , Inggris ini percaya bahwa dalam rangka untuk belajar, orang memang harus gagal. Dan dalam rangka untuk gagal, orang harus dosa.

Tidak hanya sampai di situ, Julian bahkan percaya jika rasa sakit yang ditimbulkan oleh dosa bermanfaat sebagai pengingat rasa sakit dari sengsara Kristus . Oleh karena itu, sebagai orang-orang menderita seperti yang Kristus lakukan, mereka akan menjadi lebih dekat kepada-Nya dengan pengalaman mereka. Perempuan Inggris yang terkenal karena buku Sixteen Revelations of Divine Love yang ditulisnya itu kemungkinan memiliki alasan tersendiri tentang kepercayaannya itu. Bahkan imannya bahwa dosa itu pada dasarnya bermanfaat tidak saja mengantarkan pada pengenalan kepada Kristus, tapi juga merasakan penderitaannya – mengingat sakit akibat dosa menurut Julian dapat dijadikan ingatan sakit duniawi untuk penderitaan Kristus.

Sakit, kesakitan, kerap menjadi berita utama pemikiran, ide dan pengajaran Julian. Seperti para teolog lainnya yang kerap mendekati sesuatu berdasar pengalaman atau kejadian yang pernah menimpanya, Julian pun tidak jauh berbeda. Dan lagi-lagi bukan teks (Alkitab) yang berbicara, tapi fenomena spiritualitas yang justru menonjol. Pada usia 30, Julian menderita penyakit yang parah. Dalam medio itu, dipercaya, Julian mengalami serangkaian fenomena spiritual yang intens dengan Tuhan Yesus Kristus, sampai dia sembuh dari sakitnya. Beberapa sumber menyebutkan Julian sembuh dari sakit pada tanggal 13 Mei 1373. Setelah peristiwa itu Julian menuliskan seluruh pengalamannya dalam sebuah narasi tentang penglihatan yang kelak dikenal sebagai Teks Pendek dari bukunya “The Revelation of Love.“ Dua puluh hingga tiga puluh tahun kemudian barulah dia menulis sebuah eksplorasi teologis tentang makna pengli-hatannya yang kemu-dian dikenal sebagai Teks Panjang.

Meskipun pandang-an Julian tidak khas – cenderung menye-leweng dari dogma – pihak berwenang (gereja) tidak sekali-pun menentang baik teologi ataupun otoritas dirinya karena status Julian sebagai seorang Biarawati atau pertapa.

Kontroversial pemi-kiran teologis yang mewarnai kehidupan Julian adalah keper-cayaannya tentang Allah Ibu. Jika beberapa sarjana per-caya hal ini tak lebih dari sekadar metafora, bukan keyakinan secara harfiah atau dogma – Julian berbeda. Dalam buku Revelations of Divine Love yang ke empatbelas, Julian menegaskan, bahwa aspek ibu Kristus harfiah, bukan metaforik, Kristus bukanlah seperti seorang ibu, Dia secara harfiah adalah ibu. Julian percaya bahwa peran ibu adalah paling benar dari semua pekerjaan di bumi. Dia menekankan ini dengan menjelaskan bagaimana ikatan antara ibu dan anak adalah hubungan hanya duniawi yang mendekati hubungan dapat memiliki satu dengan Yesus.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s