Perjanjian Lama VS Perjanjian Baru

Perjanjian Lama adalah Perjanjian Allah dengan bangsa Israel, perjanjian ini disebut juga Taurat. Perjanjian ini disusun dan ditetapkan oleh Allah sendiri. Dan setiap bangsa Israel melakukannya dengan setia maka diberkati sebaliknya jika mereka melanggar maka mereka kena kutuk.

“Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu: “Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau: (Ulangan 28:1-2, 15)

Kehidupan bangsa Israel dinilai berdasarkan perbuatannya, karena memang hukum Taurat selalu menuntut orang untuk berbuat baik supaya diberkati. Perjanjian Lama selalu menuntut orang untuk berbuat benar supaya diterima dan diberkati oleh Tuhan. Tetapi tidak seorang pun yang dapat memenuhi tuntutan hukum Taurat. Hal ini bukan karena hukumannya yang salah tetapi disebabkan oleh karena semua manusia telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemulian Allah. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, (Roma 3:23)

Dosa menyebabkan tidak ada satu pun manusia dapat melakukan hukum Taurat dengan sempurna dan dilain pihak Allah menuntut manusia untuk dapat melakukan tuntutan hukum Taurat tidak ada berimbangnya, maksudnya Allah yang kudus memberikan hukum dan menuntut manusia yang berdosa untuk melakukannya. Akhirnya benarlah firman Tuhan dari Ibrani 8:7-9 Sebab, sekiranya perjanjian yang pertama itu tidak bercacat, tidak akan dicari lagi tempat untuk yang kedua. Sebab Ia menegor mereka ketika Ia berkata: “Sesungguhnya, akan datang waktunya,” demikianlah firman Tuhan, “Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan dengan kaum Yehuda, bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka, pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Sebab mereka tidak setia kepada perjanjian-Ku, dan Aku menolak mereka,” demikian firman Tuhan.

Perlu perjanjian yang baru karena perjanjian yang lama telah menjadi usang dan cacat, oleh karena itu Allah membuat perjanjian yang baru dimana isinya adalah bukan tuntutan tetapi pemberian Allah. Allah memberikan Yesus kepada kita, dimana Yesus telah menanggung segala tuntutan hukum Taurat. Dan ketika kita percaya itu digenapi dalam hidup kita. Karena hukum yang lama ditulis dalam dua loh batu, tetapi Perjanjian Baru meletakkan hukum itu di dalam hati manusia, itu sebabnya Perjanjian Baru adalah Kasih Karunia Allah bagi manusia, maka perjanjian yang baru adalah perjanjian yang sempurna.

“Maka inilah perjanjian yang kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu,” demikianlah Firman Tuhan aku akan menaruh hokum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil akan mengenal Aku.

Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat-ingat dosa-dosa mereka. Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua dan apa yang menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya (Ibrani 10:1-13).

Yesus telah menggenapi tuntutan hukum Taurat di dalam diri-Nya. Karena Dia telah diberikan kepada kita. Dan saat kita percaya dan menerima Dia sebagai Juru Selamat kita melalui kelahiran kembali. Maka tuntutan hukum Taurat juga sudah digenapi dalam diri kita. Dan saat kita percaya dan menerima Dia maka kita masuk dalam Perjanjian Baru, karena kita menerima pemberian Allah yaitu Yesus Kristus. Dan sekarang kita dimampukan untuk hidup dengan standart dari Tuhan itu sebabnya Allah akan membawa kita menjadi seperti Yesus.

Puji Tuhan buat segala karya Yesus Kristus dikayu salib. Dan supaya kita hidup senantiasa dalam perjanjian yang baru maka kita harus fokus kepada Yesus Kristus dan kebenaran-Nya yang memerdekakan. Miliki pola pikir dan gaya hidup Perjanjian Baru dan pola hidup ini adalah meneladani Yesus saat ada hidup di bumi.

Saya rindu sekali seluruh jemaat semakin mencintai Yesus dengan berpikir seperti Yesus dan memiliki kehidupan Yesus. Dia telah tinggal dalam hati kita dan sedang berkarya dalam hidup kita, karena perjanjian itu tidak ditulis dalam dua loh batu tetapi di dalam hati kita.

Dengan demikian Yesuslah yang kita ceritakan dalam hidup kita sehari-hari baik dengan perkataan kita maupun dengan perbuatan kita, sebagai bukti bahwa kita hidup dalam Perjanjian Baru. Agar lahirlah generasi baru di negeri kita yaitu generasi yang menampilkan kehidupan Yesus Kristus sebagaimana Yesus Kristus menerobos kehidupan orang Farisi yang munafik yang dikuasai oleh Taurat untuk melahirkan generasi baru yaitu generasi yang hidup dalam Kasih Karunia. Inilah saatnya kita membawa hal yang sama buat kota dan bangsa kita.

Sumber : http://www.gkkdbp.org

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s