Forum Diskusi

Mari bersama kita berembug atau berdiskusi tentang apa saja yang mungkin Kaum Bapak atau siapapun sedang ingin diskusikan.

Kaum Bapak atau siapapun Anda bisa memulai dengan membuka topik baru atau menjawab topik yang sudah ada melalui kolom komentar.

Atau mungkin ada yang ingin curhat atau bertanya tentang program KPB, kegiatan Kaum Bapak, atau kegiatan Gereja lainnya atau bahkan mungkin ingin menanyakan permasalahan seputar Internet, Komputer, Social Media atau Blogging juga bisa menjadikan forum diskusi ini sebagai media untuk menemukan solusi atau jawaban atas pertanyaan Anda semua.

Kalau seandainya kami tidak dapat membantu memberikan solusi atau menjawab pertanyaan yang diajukan, Kami yakin banyak sekali pembaca lain yang akan membantu. Untuk itulah kami membuka forum diskusi ini.

Terima kasih,

ADMIN KPB GKP Bogor

7 comments on “Forum Diskusi

      • Terima kasih Pak Sunu atas respon yang sudah diberikan.
        Apakah esensi pelayanan itu?
        Esensi Pelayanan adalah Membawa tiap-tiap orang pada Kesempurnaan seperti Kristus dengan cara Menerima Kristus dalam KasihNya, KuasaNya dan KebenaranNya.
        Esensi pelayanan yang Tuhan ajarkan adalah bagaimana setiap orang percaya kepada Tuhan Yesus dan menerjemahkan iman percayanya dalam perbuatan, seperti teladan iman Abraham, yang mengajarkan kita bahwa iman tanpa perbuatan seperti tubuh tanpa roh.
        Esensi pelayanan dapat diuraikan sebagai berikut: usaha atau segala kegiatan dalam pimpinan Roh Kudus, untuk mengembalikan manusia kepada keadaan manusia, seperti sebelum manusia jatuh ke dalam dosa. Ini adalah rencana Tuhan yang agung dan kekal. Tuhan menghendaki satu makhluk yang disebut manusia, yang memiliki keberadaan segambar dengan diri-Nya.

        (Ef. 4:16) Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, –yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota–menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

        (Kis. 20:24) Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

        (2Kor. 4:1 ) Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.

        (1Tim. 1:12) Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku–

        Ada yang mau menambahkan….??

        • Adakah ayat yang mengatakan bahwa keluarga (yi: anak, istri/suami) dapat dinomerduakan atau bahkan “dianaktirikan” demi sebuah Pelayanan di gereja…???

          • Untuk Pa Lenhart, ini sebuah pertanyaan yang cukup sulit, tapi kami berusaha untuk menjawabnya. Di Injil Matius 12:46-50 disebutkan bahwa Yesus sendiripun lebih mengutamakan pelayananNya disaat Ibu dan saudara-saudaraNya hendak menemui Dia dengan mengatakan (di ayat 48) : “Siapakah Ibu-Ku? Dan siapakah Saudara-saudara-Ku ? (49) Lalu kata-Nya sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya : “Ini Ibu-Ku dan Saudara-saudara-Ku”. Demikian juga di Matius 8:21-22 Yesus menyuruh salah seorang murid-Nya untuk memilih mengikuti-Nya daripada harus menguburkan ayahnya yang baru meninggal. Kesimpulannya mungkin kita yang ditinggal oleh salah seorang keluarga kita (istri/suami) untuk melayani Tuhan harus bisa berbesar hati karena memang melayani Tuhan di rumah-Nya (Gereja) membutuhkan pengorbanan yang lebih, salah satunya yaitu kita harus menerima kenyataan bahwa Tuhan harus di atas segala-galanya termasuk di atas kepentingan keluarga kita sendiri. Hanya itu yang bisa kami jawab dan itu pun belum tentu sebuah jawaban yang pasti benar. Untuk lebih pastinya mungkin Pa Lenhart bisa konsultasi langsung dengan Pendeta. Terima kasih untuk Pa Lenhart atas pertanyaannya.

  1. Injil Matius 12:46-50, menurut saya bukan mengartikan bahwa keluarga sendiri (anak atau istri/suami) boleh dinomerduakan. Ayat itu lebih mengartikan kepada mengikut DIA adalah hal yang utama. Sebab anak atau istri/suami yang saya maksud juga beriman mengikut DIA. Bisa dibaca di ayat ke 50 “Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”

    Matius 8:21-22 juga tidak menjelaskan, karena ayat tersebut adalah hal mengikut Yesus. Si anak mengikut DIA daripada menguburkan ayahnya. Alasannya bisa dibaca dari kutipan ayat 20 “Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.”. Artinya, si anak tadinya berasal dari keluarga “mati”, sehingga DIA meminta si anak meninggalkan kehidupan dari keluarga “mati”. Keluarga yang saya maksud (yi: anak atau istri/suami) adalah keluarga yang beriman mengikut DIA.

    Thanks atas pendapatnya..aku sangat menghargainya. GBU

  2. Sekedar urun rembug, rasanya tidak ada ayat yang secara eksplisit menyatakan bahwa keluarga bisa dinomorduakan… mungkin pada ayat berikut: Mat 10:37 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.

    Tapi itu pun sebetulnya suatu kalimat sebab akibat yang kadarnya setara dengan hukum Kasih, yaitu Kasihilah Tuhan Allah-Mu ….. dan kasihilah sesamamua manusia. Ketika kita mengasihi Allah di atas segalanya, maka menjadi otomatis buah dari mengasihi Allah adalah mengasihi sesamanya, apalagi bapa dan ibunya, dan anak-anaknya….

    Hehe belum menjawab ya …. but fine

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s